Uncategorized

Titipan Dewa, Jangan Dihalangi “Colekpun Jangan”

Semuanya ini untuk siapa sebenarnya, benar semua terkuras habis dan tidak ada sisanya, meskipun masih banyak yang mau meskipun hanya sisa, sisapun dihabis lenyap, mana ada yang puas dengan segala yang dimiliki kurang kata yang menanti untuk selalu mencari, mencari bukan sebatas sesuap nasi, tapi permata yang tergelam sekalipun. Kalau diabiarkan mungkin tidak ada yang bisa menghalangi congkah langkah kaki yang bergemuruh dengan sejuta sapaan berburuh, berburuh-buruh rebutan muka dihadapannya.

Bicaranya seolah-oleh pendakwa yang ulung, namun hal itu hanya sebatas menutupi kedustaanya tidak ada yang tau persis memang kalau hal itu terus saja berulang, berulang kembali keawal dan mengawili semua itu, siapa yang dipercaya dia,?, Bukan itu musibah besar dalam kenyataan hidup karena dia monster yang berkulit kisut dan lembut tapi siapa sangka sungguh ia paling berbahaya, apa boleh buat kenyataan nya memang begini adanya, jadi mau tidak mau ikuti alur yang ada meskipun harus tersasar tak tau arah, arah kehidupan yang sesungguhnya.

Titipan Dewa, Jangan Dihalangi " Colekpun Jangan"

Tidak ada yang berani melawannya meskipun dia hanya berdiri sendiri, dan dari kebanyakan yang ada hanya mampu diam dan menatap ketidak pastianya, siapa yang mampu untuk merubah semua, jiwa juang sudah ditelanjangi dan tidak mampu untuk memerangi, berlaga hebat ternyata anda orang paling terbodoh didunia, kemampuan diri bukan jaminan, tapi jilatan manis dari bool nya itu yang menjadi santapan sedap, tertunduk diam memahami pengetahuan bukan membuat manusia memiliki tanduk, tapi mlah tunduk. lemah bukan lagi sebatas gemulai, tapi hal konyol yakni alay diikuti bak trends masa kini, masihkan kita waras untuk generasi yang menanti.

Ilmu itu tidak sepadan dengan tindakan, Jadi Jangan harapkan perubahan, jelas kita di didik hanya sebatas kacung jalanan-Simada

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: