Celotehan

Penghargan Apa Sebenarnya..?

Sulit memahami keadaan yang jauh berbeda dari sebuah kenyataan yang ada, sederhanakan saja. hari ini deman penggunaan sosial media sungguh fantastis, berbagai cara dan macamnya untuk mengekspresikan dirinya, dari orang-orang yang gak tau malu hingga orang-orang yang malu-maluiin, gak tau juga apa sebenarnya yang ada dalam fkirannya,” santap siang sederhana dapatkan menu lumayan istimewa mungkin itu baginya, makanan tersebut sudah dihidangkan oleh sang pelayan, cuma berbeda dulu pelayan menghidangkan makanan lalu bilang.!, Selamat makn dan selamat minikati hidangan kami, kalau sekarang pelayangnya sudah memahami, jadi ucapan setelah dia mengantarkan makanan tersebut dan kemudian ia bilang, ini makanannya, jangan lupa difoto dulu kemudian langsung selfi.

Menarik memang dari hal yang kecil membuat kita terpelintir seperti tarikan yang besar dari luar sana hingga terbawa-bawa, bagi gw yang paginya santap pagi dengan satu mangkok bubur berharap dari mas yang jualannya dengan sapaan manis seperti tadi, namun itu tidak terjadi, bayangngan gw mas nya bilang, ini buburnya jangan lupa difoto dan selfi, yang ada mas nya cuma nyuruh, ini buburnya jangan lupa mangkoknya taroh dibawa aja biar gak pecah, oh . ya air minumnya ada didalam gerobak pojok kanan bawah, dan dia sibuk ngambilin bubur buat pembeli lainya. songong memang pejual buburnya, kalau gw tinggalkan itu tukang bubur besok gw mau beli menu apa untuk sarapan pagi, bukan tukang bubur yang takut buburnya gak laku, cuma gw ketakutan kalau mas -mas buburnya gak mau jual buburnya ke gw, karena gw cuma sanggup belinya bubur buat sarapan pagi, makanya biar mas buburnya songong nyuruh gw naroh mangkok dan ngambil minuman sendiri gw tetap lakukan, demi sesuap nasi yang sudah menjadi bubur..!

Penghargan Apa Sebenarnya..?

Makanya kalau hari ini gw liat teman-teman gw di facebook sibuk dengan keangkuhannya memajang foto-foto lagi makan direstoran mewah dengan menu makanan yang mahal-mahal, meskipun gw juga tau itu dibayarin semua sama bos nya, tapi apa daya dia masih bisa hebat kok, dengan apa yang ia liatin, hebat membohongin orang lain dan dirinya sendiri, karena gw ingat betul ketikan dia beli galon ke warung mang imin, dia gak pernah selfi atau upload status dengan  captionnya, beli galon di warung mang imin, hastag ngutang kedua kalinya, beda bangat kalau di lagi diluar seperti yang gw bilang tadi.

Terus gw juga jadi muakk kalau ngikutin IG nya teman-teman cewek gw, dengan mamerin fotonya, memang cantik kelihatannya kalau di IG, karena banyak fitur yang bisa ngedit  nya, monocrome, licolomo dan lain sebagainya, padahal kalau gw mau komen dia juga gak enak, gw cuma mau bilang mana mungkin cuma pake bedak dari beras doang bisa secantik gitu, kalau kita liat iklan pelembab wajah para model yang peragaiinnya mulus bangat bukan karena pake itu, cuma dia juga emang dasar udah cantik jadi dipoles dikit yang pasti terlihat lebih cantik. teman gw hanya bisa miring-miringin muka nya biar bisa dapat posisi pose cantiknya, kadang-kadang hapenya keatas, kamerenya madap bawah, mulut nya dimonyong-monyongin, mata nya di bolak balik, terus dagunya diturunin kebawah dengan menatap kamera, gw juga gak paham betul kalau hal tersebut bisa berpengaruh dan menambah nilai kecantikanya.

Tapi bagi gw yang udah kenal jeleknya dia  dari dulunya, tetap aja gw ifil dan pasti sugesti itu udah ada diotak gw kalau kecantikanya  tidak mungkin mengalihkan dunia, pasti masih dalam pandangan mata.

 

Jangan Berharap lebih dari sesuatu hal yang ada saat sekarang ini, belum bisa gw bayangkan lagi kalau berat badan lu berlebih dari kondisi saat ini- Simada

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: