Pengalaman

Penggalan Cerita Mengisi Waktu Libur

Menuntaskan hari demi hari, dari senen hingga Jum’at itu bisa terasa lebih cepat dan juga bisa terasa begitu lama, terkadang dengan segudang tumpukan pekerjaan yang sudah jelas menjadi sebuah rutinitas rasa jenuh tentu ada, banyak alasan untuk mempersoalkan hal tersebut, tapi itu lah kewajiban saat ini yang memang harus gue tunaikan. Kebanyakan orang jelas menantikan weekend dengan bisa berkumpul bersama keluarga tercinta, meskipun ada kegiatan tambahan rasanya penat juga belum terasa, mungkin karena banyak impian besar yang ingin dicapai hari ini dan nanti.

Namun hari ini gue juga bisa melepaskan sedikit rasa penat yang masih tersisa tersebut, alternatif memang banyak, bisa mengajak keluarga untuk liburan bersama, karena keluarga itu saat ini gue dengan pasangan hidup semata jadi upaya yang dilakukan hanya nonton berdua, kita masih serasa pacaran kalau obrolan anak-anak zaman now yang lagi hits mungkin penggunaan diksi tersebut.

Gue janjikan pada istri tercinta sore ini kita akan pergi nonton, jelas gue juga sangat senang ketika bisa melakukan hal kecil untuk bisa membahagiakan mantan pacar gue tersebut, gue harus pergi menjelajahi mabah google dan mampir ke situs ini http://www.21cineplex.com melihat-lihat film yang akan kami tonton, jatuh hati gue dengan  film yang juga direcomendasikan teman kemaren yaitu, MURDER ON THE ORIENT EXPRESS.  Jujur gue tidak terlalu suka dengan gendre film yang seperti ini, namun mantap pacar gue bisa dipastikan sangat menggemari film tersebut, karena ia juga sangat suka membaca komik detektif Conan.

Film tersebut kalau dibaca dari sinopsis seperti beririsan dengan cerita-cerita dalam komik conan, gue memutuskan untuk menonton Film MURDER ON THE ORIENT EXPRESS, Sampai di Bioskop terdekat kami memesan tiket duduk paling atas, biar nontonnya seri kelihatan semua, karena pengalaman sebelumnya gue kebagian tempat duduk paling bawah dan kita menatap layarnya serasa urat leher di timpukin batu satu truk, dari situ gue belajar banyak hal.

Waktu kami datang kebioskop dengan waktu pemutaran film kurang lebih berjarak hanya 15 menit saja, gue bergegas untuk tidak mau ketinggalan dari film tersebut, hingga belum sempat untuk membeli minuman serta makanan ringan untuk di nikmati saat menonton film, alhasil dipertengahan pemutaran film jujur gue merasa kehausan dan memaksakan diri untuk keluar dari ruangan pemutaran film untuk membeli minuman, gue beli 2 gelas minuman dingin yang jelas ada esnya, membawa dua gelas plastik minuman serasa tangan ingin tidak ada yang kosong, melihat setuasi pintu bioskop yang tertutup menyulitkan gue untuk masuk, dengan menoleh kekiri dan kekanan sapa tau ada orang yang bisa membantu untuk membukakan pintu, ternyata semua tidak sesuai harapan gue.

Lumayan lama waktu rasanya terbuang hingga pada akhirnya gue harus meletakan 2 gelas plastik minuman dingin tersebut kelantai lalu membuka pintu biokop kemudian mengambil kembali minuman yang gue simpan dilantai, dengan susah payah gue harus pastikan sebagian badan masuk keruangan dengan kaki harus mengganjar pintu agar tidak tertutp kembali, sungguh merepotkan memang. Gue sudah berada didalam ruangan pemutaran film tadi dengan kaget gue melihat sekeliling yang begitu gelap dan hanya terlihat pancaran cahaya dari jauh saja, itu mungkin pantulan cahaya dari layar tersebut.

Dengan tertati gue harus menaiki tangga hingga sampai ketribun paling atas pilihan gue bersama sang mantan, menyiksa juga ia, sampai habis gue menyaksikan film tersebut rahang gue sungguh   lelah membaca subtitle yang ada, makanya gue sebenarnya lebih senang film yang bergendre action atau war, lebih banyak adegan perang dan konflik nya dibandingkan ngobrolnya. Alhasil gue sungguh menikmati peristiwa hari ini, Film yang menceritakan tentang pengungkapan pembunuhan di kereta api, menanggapi film tersebut gue hanya berfikir film yang diangkat dari sebuah novel yang sangat luar biasa, ia hanya menceritakan dan mengungkap pembunuhan dalam perjalanan dengan menggunakan kereta api bisa dimuat hingga 113 menit durasinya. sebuah karya yang sangat luar biasa, gue jadi berfikir bagaimana caranya membangun sebuat story yang begitu luar biasa tersebut.

Refersh Mood

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: