Celotehan

Pekerjaan Sebatas Aksi Dan Sensasi Tanpa Substansi

Memang klimis membaca judulnya namun hal ini bukan kecaman maupun hujatan, membuka nalar bukan untuk terkenal, kalau belum siap dengan Simada baiknya cabut saja.

Senja telah tiba aktivitas hari ini dijalani dengan begitu lelah, bukan mengeluh tentang cerita namun terkadang kenyataan pahit adanya. Bergulir mimpi yang besar tapi tidak sebesar harapan yang di genggam, seakan penuh tanya hidup sesungguhnya cari siapa?, Pelaku yang sebenarnya sedang bercanda gurau bukan berarti tersudut lemah, namun banyak cerita yang bisa dilontarkan sekalipun tiada makna.

Apa yang dilakukan terkadang hanya sebatas menggiurkan kewajiban saja, demi mendapatkan hak yang nyata, jelas atau tidak bukan persoalan sebenarnya yang penting nyata buktinya tidak jelas bagaimana substansi nya. Bayangan itu masih saja menghantui terkadang ia memutar keadaan dan anugrah yang bisa melihat, mendengar dan merasakan apa yang ada meskipun semua itu omong kosong belaka.

Barang kali kita masih jauh tentang hidup sebenarnya makanya masih bingung dalam membaca peta, apakah tujuannya sudah ada atau masih dilembaran pertama, jauh penat terasa langkah kakipun seakan tidak berguna, coba jelaskan saja untuk apa sebenarnya.

Mahkota raja masih kokoh disinggah sana tidak lagi duduk terdiam dalam melihat celah, kesucian hilang tentang gelapnya mata hingga menutup kebenaran yang sebenarnya. Jelas bukan peci dan jubah yang menjadi dasar manusia, menelaah secara harfiah ternyata hanya bohong belaka.

Tidak ada memang yang sia-sia berjalan sesuai maksudnya. Tapi tidak semestinya mematikan kompas dimana peta sudah tidak bisa menjadi petunjuk arah.

Biarkan saja mata yang buta, hingga batinpun bisa melihatnya, terlihat dari sudut yang berbeda, untuk jiwa yang mau tergugah-simada

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Check Also

Close
Close
Close
%d bloggers like this: