CelotehanSajak

Menindas Bukan Untuk Memangsa

Siapa yang berharap akan ketertinggalan dan keterbelakangan,

menari diatas mimpi yang seakan -akan sirnah tanpa sedikit alasan yang pasti,

kepada siapa harus percaya, kalau bukan pada wakil -wakil yang berkuasa,

dipilih dari jari jemari rakyat jelata, menerpa berbalik membuat mereka tidak berdaya

dimana tempat mengadu kalau mereka hanya menjadi ilalang semu,

dibakar lebat sudah menjalar api yang menggelora,

tidak jelas kepada siapa untuk bertanya, serasa bungkam dan tidak tau apa-apa,

Jelaskan bagaimana mungkin kami berdiri, diatas kaki yang menggerogoti sendi,

urat nadi yang tidak pernah berhenti, meregang nyawa hamparan kepercayaanpun terbuang,

jelangkan kepada kami yang dianggap bodoh, atau memang ini pembodohan,

bukan pengharapan besar yang menjadi kegemaran, namun ketidak jelasan yang merubah macan,

jelang kami menanti asa, merejut mimpi yang terkadang tidak berarti,

semoga engkau melihat dari telisik kelopak mata yang masih sanggup berkedep

 

Sang Penulis Tipo

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: