Story

Menikah Hanya Untuk Menjadi Janda

Sebuah kenyataan hidup siapa yang bisa mengira dan menduganya, memang terkadang kehidupan mengajarkan banyak hal mulai dari impian kecil terwujud nyta hingga besar, perjalanan sulit menembus dasyatnya ombak yang tak henti hingga tidak ada lagi kepastian hidup yang dinanti.

Pembelajaran yang sungguh luar biasa, sebut saja namanya reni, dan sekali lagi untuk reni sedunia jangan merasa tersingguh dalam prespektif ini karena ini bagian dari rangkain cerita yang mungkin saja bisa kita mengambil hikmanya, reni merupakan anak sangat cerdas kemampuan pemahamannya terkait mata pelajaran sungguh tidak diragukan lagi terbukti dengan prestasi ya ia torehkan seperti hal nya juara kelas dari SMP Sampai SMA dan jelas dia pemenangnya karena Juara nya gak main-main Juara satu terus diekolah dan kelas yang unggul yang mungkin disana juga banyak anak-anak yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.

Masalah asmara tentu bukan menjadi soal yang berat dalam hidup nya karena memiliki paras yang cukup cantik atau tidak tergolong kurang cantik menurut pandangan teman pria nya, jelas reni sangant menjadi idola bahkan rebutan bagi kaum pria, meskipun  pada akhirnya ia jatuh kepangkuan endi yang merupakan ketua OSIS Pada masa dia SMA/SMU.

Hubungan mereka pun berlanjut sampai mereka lulus SMA, dengan kemampuan yang reni miliki, ia mendapatkan Beasiswa untuk bisa melanjutkan keperguruann tinggi yang cukup kawakkan, tak kalah juga endi pun melanjutkan pendidikan ke dunia perkulihan, hubungan yang sangat saling bisa di mengerti karena dua sejoli ini tampak tidak pernah ribut dengan hal-hal kecil dalam hubungan asmara mereka, karena rasa saling memahami yang cukup tinggi dan pengertian terhadap cita-cita masing dari mereka yang ingin diraih.

Belum selesai perkuliahan, reni yang masih aktif di semester IV begitu juga dengan endi memutuskan untuk merid, dengan berbagai macam pertimbangan dan pada akhirnya kedua orang tua mereka pun menyetujuinya, tidak ada yang salah memang dengan hal tersebut, namun pada waktu itu gw sebagai WO nya jelas di untungkan karena dapat JOB, dan itu sangat bagus, ya… bagus untuk mereka yang pada akhirnya menjalani hubungannya sampai pada jenjang yang lebih serius (Merid).

Pada sesi pemotretan perdana ada hal yang membuat gw bingung, entah apa yang ada dalam benak gw pada saat itu melihat pasangan tersebut, jujur bagi gw dalam sesi pemotretan biasa nya gw suka iri liat suasana yang sungguh romantis yang ditunjukan oleh cleint gw, namun ini memang berbeda seperti tidak ada kemistri diantara mereka, pada waktu itu gw beranggapan mungkin mereka merid ini karena dijodohkan. Namun sambil mencairkan suasan pada saat itu sontak gw pada saat rehat pemotretan gw coba kepoiin mereka dengan menanyakan perjalanan hubungan mereka hingga gw bisa tulis gal-hal yang diatas tadi, sungguh luar biasa memang sangat romantis dan perjuangan cinta mereka yang bisa awet sampai saat ini yang bermula saat zaman masih duduk dibangku sekolah.

Tiga bulan berlalu tiba dimana gw sangat tegang dimana ge harus mendokumentasikan hal yang sangat sakral bagi pasangan tersebut yang itu Wedding, luar biasa support dari kedua keluarga besar mereka sampai -sampai pada sat itu gw berfikir kapan hal ini terjadi pada gw, ya meridnya .. heheh.

Namun ada aja yang mengganjal dihati gw, pada saat rekan kerja gw yang menangani pemotretan mereka yang benar-benar intens mengikuti prosesi dan berbagai macam rangkain kebudayaannya yang mengisi  acara tersebut, rekan gw memperlihatkan hasil jepretannya, kook kayaknya mereka ini tegang bangat gayanya pada saat diambil gambarnya, dan yang lebih aneh lagi dari foto-fot jepretan kamera teman gw mereka tidak berfoto berdua tau bersanding, lalu  gw tanyakan bro kok lo gak ambil gambar mereka berdua, teman gw dengan kebingungan menjawab, itu yang buat gw lebih bingun dari tadi bro, mereka gak duduk bersanding disinggah sana nya, dan mereka pun tidak mau untuk difoto berdua, adapun mereka photo keluarga ya.. masing-masing, yang cewek photo sama keluarga nya begitu juga dengan penganten prianya, berfoto hanya dengan keluarganya saja.

Gw makin pusing melihat kondisi seperti ini, gak mungkin gw akan cetak hasil photo dengan kedua mempelai tidak ada foto mereka saat bersanding, pada saat itu gw langsung menemui mereka.

“mas maaf nih, kita lakukan photo wedding berdua sama si mbak nya ya, !. Gak usah mas jawabpenganten prianya, ya mas… gak usah tutur reni yang merupakan pengantin wanita nya, nah.. makin bingung gw disitu, ya udah mas gak usah photo-photo bareng segal, ya ada aja cetak ntar, permintaan reni.

memang ada banyak yang janggal yang gw liat dalam setuasi tersebut, namun apa daya itu merupakan permintaan mereka jadi gw  hanya bisa megikutinya saja.

Banyak impian yang ingin mereka bangun setelah sukses nanti dalam bidang masing-masing. Mungkin bagi lu yang juga pernah pacaran, ini bagi yang pernah pacaran yang tanpa menyinggung bagi yang belum sama sekali berpacaran. Mungkin banyak angan-angan konyol yang sering anda lontarkan kepada pasangan anda, terkait tinggal nanti, tentang rumah masa depan, rumah impian, pingin punya anak berapa? dan hal-hal yang menjijikan lainnya yang anda lontarkan itu, sory gw harus bilang seperti itu, karena terkadang jauh berbeda dengan kenyataan yang harus dihadapi kedepannya.

Selesai Perhelatan tersebut gw dan rekan gw menjanjikan kepada keluraga sicewek seminggu lagi kami akan kesini dan akan mengasihkan hasi photo weeddinya berserta dengan foto-foto dalam rangkaian prosesi tersebut. sesuai dengan janji kami seminggu kemudian gw kesana dan bersama teman mengantarkan Album Foto Prewedding dan Wedding mereka, Gw sangat kaget bangat pada saat itu,

Permisi… Permisi, beberapa menit kemudian ibu reni membukakan pintu, maaf buk menggangu, ini semua album foto pernikahnya reni dan endi, sang ibu menjawab, bawa aja nak, lagi pula reni dan endinya udahan kok, gw makin bingung dan tak mengerti namun si ibu tetap memaksa menyuruh bawa pulang lagi semua album wedding tersebut.

Namun Berlahan si ibu mulai menjelaskan kronologisnya tentang reni dan endi.

Bersambung…..

 

Tags

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: