Kisah

Mengejar Mimpi Yang Tertinggal “Part I”

Tidak banyak orang yang tau akan keinginan munardi yang sehari-hari bekerja sebagai penjual es kelapa yang setiap harinya nongkrong didepan sekolah 41 Cusairi,sebuah sekolah berkelas internasional meskipun adanya didalam negri alias lokal, tentu pelanggannya munardi merupakan anak orang yang berada dan mampusecara ekonomi, makanya munardi tidak pernah heran kalau setiap hari melihat mama-mama muda yang cantik mengantarkan anaknya kesekolah, meskipun tidak semua orang tuanya yang mengantar sang anak kesekolah,ada juga babysister atau asisten rumah tangga juga, namun tampak bukan seperti simbok-mbok ku yang dikampung, tutur munardi.

Sulit memang dibayangkan kalau beberapa hari ini kota ini selalu diguyur hujan,memang sebuah anugrah dari yang maha kuasa dengan segala kuasanya, aku hanya bisa mengambil hikmanya kalaupun hari ini jualan es kelapa muda ini harus tersisa banyak, jelas hal ini merupakan kerugian bagi aku, namun betapa banyak juga orang lain diluar sana yang menantikan hujan agar mereka bisasegera bercocok tanam ya meskipun itu dikampung, tapi apakah betul atau tidak hujan ini sampai ke pelosok daerah yang memiliki banyak pertanian.

Membuat aku begitu ingin pulang secepatnya, banyak keseruan yang bisa dirasakan meskipun tinggal dikampung, jelas kampung menjadi idola sebelum kokoh nyaberdiri tembok raksasa dan mejadi kota kampung membawa banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan tentang masa lalu dan masa-masa yang selalu berubah seiring waktu.

Makna yang mendalam memang kalau melihat kehidupan saat sekarang ini, dulu kami berangkat sekolah dengan berjalan kami dengan bergerombolan banyak hal- hal kecil yang kami lakukan, canda tawa menghiasi setiap langkah kami. sekarang anak-anak berangkat sekolah diantar oleh supir maupun naik bus sekolah yang sudah siap menjemput mereka setiap pagi dan mengantar kembali setelah selesainya proses belajar disekolah.

Dulu kitadiajarkan banyak tentang arti kesabaran hidup ditengah-tengah keterbatasan, belum ada hal-hal yang memanjakan seperti saat sekarang ini, belahan dunia terasa sangat jauh karena proses panjang yang kita lalui dari tatanan kehidupan, seharusnya anak-anak sekarang harus lebih banyak bersyukur dan jangan merasa terjebak dengan kondisi kehidupan, raih impian dan membuktikan dengan prestasi itu adalah hal terpenting, karena beberapa kendala sudah dapat teratasi jadi jangan pernah untuk menunda-nunda lagi, untuk menatap kehidupan yang lebih baik lagi.

Tags

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: