Celotehan

Mengejar Dunia Sama Halnya Mengejar Bayangan Sendiri

Dalam beberapa teori memang banyak dikatakan bahwa manusia itu membutuhkan Pujian, Dianggap orang lain, rasa nyaman sampe rasa asin, kayak jilatin ketiak, silahkan coba kalau pingin tau persis rasanya. Dengan melihat kondisi tersebut tidak jarang kalau kita jumpai manusia-manusia penjilat, bermuka dua hingga pada saatnya gak ada muka nya demi mengejar sanjungan dari orang lain. Kalau gw coba fikirkan terhadap sikap dan karateristis seperti ini sungguh konyol memang, tinggi sekali pengaharapan agar bisa mengejar ekspetasi yang ada dalam otaknya. Otak Seperti apakah itu?. 

Kita akan mulai tebak satu persatu manusia yang hidup seperti itu :

  • Orang Bodoh Ingin Dianggap

Banyak orang bodoh yang pingin dianggap dilingkunganya, baik dilingkungan rumah, kantor dan lingkungan sekitar, yang mungkin kerjaannya muter-muter saja, heheheh. Bodoh terkadang bukan sebatas sebutan bagi orang yang tidak memiliki ketidak tahuan terhadap informasi dan ilmu pengetahuan, tapi disini orang yang picik menggunakan logika serta tindakannya. Seolah-olah memahami semuanya, biasanya mulut dia orang yang paling kencang nih sambarannya, meskipun yang diomongin tidak jelas. Pait-paitnya bisa dibilang carmuk “Cari Muka” seperti ini lah kalau belum menemukan muka yang pas, jadi masih mencari-cari alhasil dapat nya alamat palsu, jadi wajar tindakannya demikian. “orang seperti ini biasanya orang yang pingin mencari posisi, kepingin jadi penjaga gawang, gelandang serang hingga penyerang namun kapasitas tidak memumpuni, tukang bawa air minum kelapangan juga gak lulus kayaknya, heheheh.

  • Orang Pintar Jadi Bodoh

Dengan yang satu ini jadi miris, terkadang kehidupan menghantarkan ke hal-hal yang realistis, jadi kepintaran yang didapatkan jadi mengikis, tergores habis karena mang ntis, sebut saja mang ntis, bos yang jelas-jelas gak jelas bentuk apa lagi ahklak nya. Orang pintar mampu jadi orang bodoh ketika sibodoh berkuasa, dan bodohnya lagi mau saja mengikuti semua kebodohan tersebut. Terkadang benar hidup itu memang memilukan, meskipun sudah mendapat kepuasan hal yang idealis yang didapatkan di bangku sekolah kalah dan tak berdaya jadinya. “Demi mu nak dan sesuap nasi”

  • Orang Yang Dianggap Gila

Banyak hal yang terkadang belum bisa dipahami tentang sebutan orang gila, namun sosok orang yang seperti ini yang “kuat bertahan di panasnya sinar mentari dan dinginnya hujan”. Pelajaran sangat berharga yang tidak pandai kebanyakan orang lain untuk memetiknya dikala semua pustus asa, dia lah yang masih sanggup tertawa, dikalah semua sibuk dengan bergelimpangan harta hanya dia, yang bisa menangis tersedu dengan kehidupannya. jangan pandang mereka dengan baju  yang dikenakannya maupun makanan yang dinikmatinya, kehilangan akal sehat terkadang membuat orang bisa waras, dari pada kewarasan mengajarkan kita untuk menjadi orang yang paling gila, gila dengan kemewahan, kecantikan, dan ke-ke lainnya.

Jangan Pahami Lagi tentang hidup ini, Karena kehidupan yang sesungguhnya benar -benar mengerti kamu- simada

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Check Also

Close
Close
Close
%d bloggers like this: