Celotehan

Kaya Miskin Itu Terkadang Juga Orang Susah

Banyak persepsi yang mendasari puncak kesuksesan, kejayaan dan ke mewahan itu dilihat dari sisi materi yang dimiliki. Meraih impian untuk bisa menunjukan eksistensinya untuk mencari perlakuan yang istimewa dari orang lain, kalau dipikir-pikir kalau memang sudah memiliki segalanya atau yang sering kali disebut sebagai orang kaya maupun mahakaya raya mungkin.

Penting untuk dipahami juga orang yang sesukses itu saja masih meluangkan waktu dan berkejaran dengan waktu untuk bisa bertahan hidup bukan sebatas mempertahankan apa yang ia miliki, jadi ironis juga kemewahan ternyata juga harus menguras tenaga dan pikiran untuk mempertahankan semua itu.

Apa bedanya dengan orang yang di anggap miskin?, Sama bangun pagi dan sama berjuang untuk bisa bertahan hidup, meskipun orang kaya memiliki keistimewaan katanya, tapi orang kaya juga tidak bisa menikmati apa yang dinikmati kebanyakan orang miskin.

*Faktanya, orang kaya punya mobil mewah namun hanya bisa duduk dibelakang nya, dan tidak jauh beda dengan orang yang disebut miskin juga duduk dibelakang dan juga di stirin sama supir,yaitu mang angkot. Heheheh

Orang kaya tidak bisa menikmati kemewahan nya, punya rumah besar yang menikmati rumah ya asisten rumah tangga, punya anak kebahagian hakiki juga di urusin sama babysister, kebayang bagaimana tidak miskin nya mereka kalau coba di pahami.

Mencari kebahagiaan memang tidak harus miliki segalanya, terkadang kebahagian itu bisa dengan apa adanya, tanpa ada apanya.

Dilihat dari fenomena yang ada dari orang yang dianggap miskin hanya tidak percaya diri dengan apa yang mereka alami pada saat ini, coba buka mata anda sekarang orang kaya terkadang liburan suka dengan suasana pedesaan makanan yang sederhana, padahal menurut orang yang di anggap miskin mereka yang demikian itu kampungan, karena baginya itu sudah suasana sehari-hari yang dilakukan orang yang dianggap miskin. Banyak mungkin hal yang menggelitik mungkin belum aja terpikirkan lebih mendalam ketika kita mengartikan kehidupan sesungguhnya.

Kehidupan itu memang nyata, namun kenyataan itu memang seperti itu adanya. – Simada

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: