Celotehan

Jangan Heran Dengan Omongan Orang Lain

Mana ada yang bagus untuk didengar karena setiap pembicaraan yang seru dan mengundang atusias ketika ngomongin kejelekan orang lain, sulit untuk dipungkiri kalau harus berdiskusi dan berdepat tentang prestasi, kecuali prestasi yang diganjar oleh pinalti. penyesalan tersebut memang sulit di pahami secara harfiah memang.!, karena disetiap perkataan mengundang setimen yang jauh dari kata nalar dan cover bot yang jauh lebih bermakna, namun gelak tawa selalu memberikan warna yang berbeda, perpedaan yang nyata dari sisi yang ada.

Ironis kalau difikirkan dari kacamata yang minus nya gak tau berapa, hingga subyektifitas lah berbicara. masih saja pemuda kita menjadi follower yang abdi serasa jauh dari kata dedikasi, pada diri sendir, anak istri, mertua dan merpati hati, memang jinak-jinak merpati itu yang bikin penasaran.

Jangan Heran Dengan Omongan Orang Lain

Coba dengarkan setiap hari tetangga kamu tidak henti-hentinya belanja sayuran dan bahan baku makanan lainnya, disni dimulai geliat tawa yang menggoda, mengundang sejuta mata yang akan memperhatikan setiap omongannya, jelas bulsit memang akurasi tidak begitu jelas, tapi terlihat dengan orang-orang sekeliling yang terperanga, menatap kosong seakan-akan tidak berdaya, mendengarkan dengan seksama sebuah kata-kata yang tidak bermakna.

Bibir mu itu loh mbak, sulit ditebak dan dicari, mecari ganti setiap ucapan dan manisnya kecapan yang telontar seperti dinamit yang sewaktu-waktu bisa saja meledak, “Duaaarr.. rame balon ku tinggal 4 ku pegang erat-erat“. Jangan Heran dengan Omongan Orang lain.

Semua berharap ingin dipuji meskipun yang didapatkan caci maki, dari setiap hal yang menjadi pembeda disitu rasa yang sesungguh nya. sudah berhenti jadi generasi kagetan coba bukan mata, kembali ulangi nyanyian lama yang telah hilang mudahkan segalah padangan dan jauh kan dari kata-kata yang terlarang.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: