KisahStory

Gama Diujung Persimpangan Jalan Part I

Sore ini tanpa pemandangan yang sungguh indah, bagaimana tidak setiap kali pulang dari kantor gue harus menunggu angkutan umum di halte ini memang tampak tidak biasanya, mulai dari sepinya orang-orang yang sampai saat ini belum begitu ramai seperti biasanya, iya wanita separu baya yang hapir setiap sore gue lihatpun juga tidak terlihat, dalam seminggu amatan gue sepertinya wanita separu baya itu bekerja disalah satu toko roti, brand salah satu roti terkenal itu menghiasi bajunya, mungkin bisa dibilang itu merupakan seragam kerjanya meskipun sering kali ia tutupi dengan blezer yang selalu dipakainya.

Gue masih saja mempertanyakan tentang kondisi halte yang sungguh tidak ada orang yang menunggu angkutan sore ini, memandang jauh kesebelah barat pancaran warna langit perpaduan biru abu dan warna gradasi keorange itu sungguh membuat pandangan sedikit silau, namun hal ini juga merupakan pemandangan yang sungguh indah dan menabjukan, jelas moment ini gue akan abadikan dengan smartphone butut ini, tak apa lah yang penting seharian yang melelahkan di kantor sedikit membuat kesenangan didalam diri, dengan pesona alamnya, jelas gue ingin katakan moment ini bukan dipersembahkan apa-apa, peringatan pertama gue.

Jepretan pertama sudah bagus sich tapi sayang aja memori smartphone ini masih banyak ruang penyimpanan yang kosong seperti hati ini yang hanya terisi dengan perasaan harap-harap cemas, jelas kondisi saat ini yang gue harap-harap cemaskan masalah angkutan umum belum nongol juga, apa masih kosong juga angkutan umumnya hingga harus ngetem lama, ternyata bukan gue saja merasakan semua kehampaan dan kekosongan ini, ya sudah lah mungkin dengan mengeluarkan handset ini sedikit membantu gue untuk mengatasi kejenuhan yang ada, lantunan lagu melow ini memang terkadang membuat perasaaan bertambah hancur rasanya meskipun rasa yang dirasakan juga tidak begitu jelas seperti apa maksudnya, sulit memang untuk bisa dipahami kalau kamu, kamu yang lagi baca tidak bisa mengerti, mengerti akan sakitnya jadi jomblo saat ini, liat orang jalan berpasangan bawaanya pingin nimpukin mereka berdua, untungnya dari tadi gak ada pasangan yang lewat kecuali tukang gerobak dengan gerobaknya melangkah gontai dengan wajah yang sungguh lelah tampaknya.

Sudah hampir satu jam rasanya mungkin tidak terlalu lama, tapi seingat gue kalau konsisi seperti ini kita lagi asyik main ps maka yang jagain rental ps nya akan menanyakan mau nambah atau udahan?, syukurnya gue cuma nunggu di haltebus jadi argonya tidak berjalan dan bertambah, hanya fikiran ini yang sulit dikendalikan serasa berjalan jauh dan juga liar, liat orang boncengan dengan motor dengan pasangan dibelakangnya sedikit berisi secara kasat mata, isi akan diameter pinggangnya mungkin fikiran gue sulit dikontrol bawaannya ingin ngeledek meskipun tampa disadari tetap gue lakukan hanya saja tidak diucapkan, tapi diungkapkan dalam hati, hanya gue dan hati gue yang tau. akhirnya gue bisa untuk tersenyum lebar, meskipun belum tau persis diameternya berapa, namun menurut perasaan gue jelas sudah simetris jujur orang dihadapan gue juga gak ada untuk menilainya, angkutan umum tampak dari jauh dan bisa gue kira-kira jaraknya bisa kurang lebih 500 meter begitu cara sederhana yang bisa gue katakan.

bergegas ingin pulang sampai kekosan mandi, tiduran sambil memanjakan badan yang rasanya ditimpukin warga sekampung karena di fitnah ngintip ibu RT yang lagi mandi, namun jelas raga ini masih saja duduk dan berdiri silih berganti di haltebus ini, semoga harapan itu cepat terjawab sudah, wahai angkutan umum percepat lah engkau menuju kesini, bukan gue mau beli itu abang tukang bakso dalam lirik lagunya, namun cepat untuk menghampiri lalu gue ikut pergi bersamamu untuk menempuh perjalanan 27 Km hingga sampai kesinggahsana gue meskipun hanya ukurannya sempit maklum harga sewa bulanannya juga sedikit lebih murah itu juga sudah didiskon sama yang punya karena kamar mandinya diluar.

# edisi masih menunggu angkutan umum

Rasanya lama sekali itu angkutan umum seperti cinta dan datang tanpa kepastian meskipun rutenya jelas dan menuju kesini, ya sudah gue akan sabar untuk menanti seperti jodoh gue yang tak kunjung gue kenali. bosan memang rasanya, tak lama kemudian ada seorang wanita yang berjalan menuju kearah haltebus, dengan wajah yang tertunduk kebawah dan terus memperhatikan smartphone digenggamannya, gue hanya berprasangka baik saja mungkin kah ini jodoh gue miskipun wajahnya tidak tampak seutuhnya atau juga bisa jadi hanya wanita muda yang sedang bersusah payah mencari uang recehannya yang terjatuh, seperti hati gue yang jatuh kedalam jurang kekecewaan untuk sulit bangkit dan bangun lagi seperti tertidur lelap jelas gue tidak membutuhkan pangeran tampan untuk dicium dan terbangunnya hati gue yang tertidur pulas, karena gue bukanlah tuan putri, tapi kalau ngomongin tuan putri kenapa di seorang wanita tapi disebut tuan diawalan kata putri ya?, bukankah penyebutan kata tuan itu lebih seringnya digunakan untuk sebutan pria hanya saja ini ada tambahannya pake kata putri apakah tuan putri itu awalnya dia seorang pria sejati yang kecewa karena cinta hingga merubah image nya menjadi wanita ya?, jelas mungkin hal ini penapsiran gue saja, silahkan kalau kamu tidak setuju, karena hal itu bukanlah masalah, yang menjadi masalah bagi gue kenapa wanita muda itu terus berjalan serasa menghampiri  gue dan ini bukan persepsi keGRan atau kepedean gue ya, jelas dia menuju kesini, tapi gak apalah terus lah berjalan hingga gue tau siapa sebenarnya dirimu.

Gambar : Pinterest

Angkutan umum juga mendekat ini memang pilihan sulit meskipun tidak sesulit ketika dia dengan mudah membuat status di profil media sosial gue jadi jomblo, jadi pliss facebook jangan tanya lagi gue dengan siapa anda menjalin hubungan..!! ini memang menyulitkan hati gue berangkat bersama angkutan umum itu atau gw akan memilih menjawab rasa penasaran gue dari wanita muda itu yang masih saja berlama-lama dengan langkah kakinya.

…..Bersambung..!!

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close
%d bloggers like this: