Curhatan

Dibalik Semua Senyuman

Hari ini Sendy sangat bahagia sepatu baru yang selama ini yang ia impikan sudah bisa kenenakan besok untuk kuliah, kepuasan hati dari Sendy membuat ia tidak percaya bisa mendapatkan kado istimewah tersebut.

Dibalik Senyuman-humanislucu

Sendy merupakan​ anak dari petani dengan 7 bersaudara, saudara-saudarinya maksimal menikmati dunia pendidikan hanya tingkat SMP, maklum kami tinggal dikampung dan meriah memang untuk bisa lulus SMA jelas kami butuh perjuangan besar harus pergi ke kota dan itu juga memakan biaya yang tidak sedikit, apalagi dengan biaya hidup yang semakin tinggi, dulu sawah dan kebon bapak luas namun berlahan-lahan dijual dari mulai biaya untuk melahirkan ibu, sampai dengan untuk berobat adik ku ya ke 6 yang harus di Operasi tumor ganas, alhasil sampai semua harta bilangan, tuhan pun begitu menyayangi adiknya hingga pergi meninggalkan kami untuk selamatnya, jadi tak heran dengan kondisiserba keterbatasan ini gw sangat bersyukur, penuturan Sendy.
Dikampung kami kalau ada pemuda atau pemudi yang bisa kuliah itu sangat luar biasa bangat, karena hal langkah bagi kami dan kebanggaan bagi orang tua disana.

Alhasil gw bisa menikmati dua perkuliahan meskipun harus tertatih-tatih dengan kondisi kehidupan, diawali saat gw lulus SMA harus ikut bekerja di luar kota untuk menjadi salah satu rumah makan. Meskipun gaji yg gw dapatkan tidak terlalu besar setidaknya gw bisa membantu sedikit adek- adem gw yang masih sekolah untuk beli buku dan jajannya. Ya sedikit memang.

Dua tahun lamanya gw bekerja di rumah makan ada sedikit tabungan yang gw sisihkan dari setiap bonus tidak terduga yang gw dapatkan dari owner nya. Dan pada akhirnya gw memutuskan untuk kuliah, besar harapan itu untuk bisa merubah kondisi keluarga apa lagi bapak semangat tua dan mungkin suatu saat tidak sanggup lagi untuk mengolah sawah yang luasnya tidak seperti dulu. Ukuran memang tidak menjadi jaminan pasti, tapi kami bersyukur atas karunia yang kami miliki dan dapatkan.

Setahun gw menjalani dunia perkuliahan memang tidak terasa, begitu juga dengan alas kaki yang menghantarkan setiap langkah kaki gw kemana saja. Tapak robek meskipun sudah 3 x dijahit. Memang usia pakainya sudah menurun.

Sesekali memang gw selalu berkomunikasi dengan bapak dan ibu untuk menanyakan keadaan keluarga dan adik-adik gw, sesekali bapak sering terharu mendengarkan cerita pekerjaan yang gw jalani sambil gw harus juga pergi kekampus untuk menuntut ilmu, bapak memang pernah bilang belum mampu untuk mengkuliahkan anaknya, namun dengan kerja keras kamu, kamu sudah bisa membuat bapak bangga dengan segala tekad yang kamu miliki, penuturan bapak.

Memang bapak sempat bertanya apa kendala mu nak, meskipun demikian gw selalu katakan semuanya mudah-mudahan bisa teratasi, dan gw juga pernah tidak sengaja bicara soal sepatu yang sudah robek karena terbawa emosional jadi semua pembicaraan yg gw lakukan sangat terbuka kepada bapak. Bapak tidak menanggapi hal itu, namun selang satu Minggu kemudian ada paket yang datang dari seorang kurir yang datang ke rumah makan tempat gw bekerja, katanya ada paket untuk gw.

Gw jujur gak tau ini kiriman dari siapa, namun setelah melihat alamat si pengirim itu adalah alamat rumah gw yang dikampung, jelas nama sang pengirim adalah nama bapak, rasa penasaran itu semakin besar dan gw buka isi dalam paket tersebut, gw hanya sangat emosional dan mengeluarkan air mata, karena gw tau kondisi keluarga gw. Namun disitu gw selalu menyadari kehadiran orang tua dan keluarga adalah semangat hidup yang pantas u tuk diperjuangkan. Sepatu lama pun tergantikan dengan sepatu baru yang di belikan bapak dan ibu.

Terimakasih ……..

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Check Also

Close
Close
Close
%d bloggers like this: