Uncategorized

Aku Ma Apa Atuh Cuma Sampah Kulit Pisang Dan Sampah Kuaci

Tadinya saya tidak menyadari bahwa saya ini ternyata seorang pemimpin,padahal setau saya, saya mungkin akan menjadi seorang super Hero dan itu saya tau persis karena di usia 4 tahun saya sudah dibelikan baju yang ada topeng Batman, perlu saya tegaskan topeng Batman bukan topeng monyet, ya… Penting untuk saya katakan sebelum pikiran buruk Anda melanda lebih jauh.

Di bangku kuliah, banyak saya mendapat pemahaman begitu juga tentang ilmu kepemimpinan bukan Kanuragan karena saya masih berfikir tentang hal yang realistis. Ya sudah jangan hiraukan itu.

Sepanjang perjalanan hidup yang masih belum sempat saya ukur, saya menemukan banyak persoalan dan itu bukan soal ujian yg hanya terdiri dari soal pilihan ganda maupun uraian. Dalam hidup ternyata banyak hal baru yang bisa kita petik hikmahnya meskipun itu sebuah kenyataan pahit yang belum sempat juga saya telan, akan tetapi saya yakin itu rasanya sama, pasti pahit.

Melihat dengan dua bola mata tentang perjalanan hidup yang hanya bisa menjadi bagian proses kehidupan disitu saya menyadari kalau saya tidak berbakat menjadi seorang pemimpin itu sikap pesimis saya bukan pengemis jauh berbeda.

Dalam menyikapi hal tersebut kita hanya bisa menyadari kapabilitas dan kualitas yang dimiliki, … Ya….yaaa aku Ma Atuh hanya sampah kulit kuaci, udah ma di lepehin dibuang di injak- injak lagi, itu menyakitkan betul.

Namun saya juga tidak nyaman dengan kondisi kepasrahan tersebut meskipun saya lebih suka akan kemesraan, akhirnya saya berfikir. Hmmmnmmmmm….. Tunggu sejenak.. saya rasa Anda memahami.

,,
……….
.,
Ya .. terimakasih anda sudah menunggu, ya saya mendapat … ” Aku Ma Apa Atuh Cuma kulit pisang yang coba dibuang, tapi ingat jangan sampai tergelincir dengan kulit pisang yang Anda buang. Sakit, dan benar- benar menyakitkan. Dan Jangan katakan lagi, saya tidak begitu tega melihat dan mendengar rintihan nya.

Saya rasa cukup.
*Untuk segmen ini saya tidak membuka sesi pertanyaan, jadi bisa Anda tinggalkan blog ini, dilain kesempatan Anda bisa bertemu kembali yang penting’ Anda sopan, kamipun segan, tapi saya tetap waspada’ “takut kehilangan”. Bye

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close
Close